Wednesday, December 23, 2009

masih tentang ' cinta pertama '

lelah
merayap menusuk tulang belakangku
menhunjamkan sejuta ngilu di tubuhku

aku terhempas tersudut
seperti mayat tergeletak

semampunya q berusaha mengelak
atas keadaan yang begitu seperti ini
ku alihkan semua ingatanku menjauh dari kata kata itu

tak semestinya seperti ini
bukankah sudah bertahun tahun berlalu ?
bukankah dalam 6 tahun ini dia tak pernah singgah lagi di hatiku ?
meskipun ku akui ,
seringkali dalam sehari aku memikirkan bagaimana keadaannya
tapi bukan berarti itu cinta bukan ?

hooh , Tuhan ..
aku bersyukur Kau pertemukan aku dengannya lagi
namun ,
jika dulu semua perasaan ini Kau hendaki terkubur ,
mengapa sekarang Kau seperti menyuruhku tuk menggalinya lagi ?

mungkinkah jika ku gali ,
perasaan itu akan berubah seperti emas dan berkilau ?

biarkanlah perasaan ini terkubur ,
dalam dekapan waktu yang abadi ..
biarkanlah dia tau sendiri tentang semua ,
walau mungkin hanya cinta itu yang abadi tanpa ragaku .

cinta pertama

ingatkah kau tentang cinta pertama ?

ingatkah kau tentang orang cinta pertama itu ?

aku jatuh cinta
namun itu rasanya telah bertahun-tahun lalu
hingga aku lupa bagaimana rasanya

cinta pertama
apa yang akan kau lakukan dengan cinta pertama mu yang hilang ,
setelah 5 tahun hilang ,
lalu di pagi kau membuka mata ,
dia muncul kembali ?

rasanya seperti palu gadam yang menghantam
rasanya seperti pisau cutter yang menggiris .

letih memendam kata yang slalu tak terucap
terpendam
terkubur
hingga bertahun-tahun lamanya

rasanya ingin teriak
ingin menangis tersedu-sedu berjam-jam
melepaskan cinta dalam tangisan
lalu pagi-pagi aku terbangun dengan mata yang sembab
namun semua cinta telah lenyap

seandainya itu bisa
seandainya aku mampu

sakit memendam perasaan ini
sedih dan suka hanya dirasa sendiri

entah sampai kapan aku mampu bertahan dengan keadaan ini
entah sampai kapan

Thursday, December 17, 2009

entah berantah

lambat laun semua detik dalam hidupku menjadi tak berarti
meski air mata tak mengalir deras seperti dulu
namun air mata selalu menjadi bagian dalam kesedihanku

terkadang raga ini menjadi terlalu letih untuk sekadar berucap
hingga rasanya begitu banyak kata yang lantas aku telan kembali
dan akhirnya tak pernah terucap

aku tak tau mengapa hidupku terasa begitu hampa
sampai akhirnya aku pun tak tau harus bertanya kemana dan siapa

melangkah sendiri di tengah sepi
memikirkan jalan mana yang hendak ku jejakki

hei
bukankah mestinya aku berbahagia di masa mudaku ?
bukankah usiaku adalah tentang bersenang-senang ?

lalu di mana kah semua itu ?
dimana kah seharusnya aku meletakkan kepalaku ketika aku bersedih ?

rasanya itu semua yang hilang dalam hidupku ...